Menanam jambu air kini semakin diminati, baik oleh pemula maupun penghobi tanaman buah rumahan. Selain rasanya manis, jambu air termasuk tanaman yang cepat tumbuh, jarang rewel, dan bisa berbuah dalam waktu relatif singkat bila bibit serta perawatannya tepat.
Artikel ini akan menjadi panduan lengkap bagi kamu yang ingin menanam jambu air baik di tanah langsung maupun di pot (tabulampot).
Table of Contents
Persiapan Lahan atau Pot
Menanam di Tanah Langsung
Jika kamu punya pekarangan, jambu air tumbuh lebih maksimal di tanah karena sistem perakarannya bisa berkembang bebas.
Hal-hal penting yang perlu disiapkan:
- Tanah gembur, tidak becek
- pH tanah 6–7
- Lokasi terkena sinar matahari minimal 5–7 jam
- Lubang tanam ukuran ± 60×60×60 cm
- Campuran media: tanah taman + kompos + sekam (1:1:1)
Tambahkan pupuk dasar berupa kandang matang atau kompos 2–3 kg per lubang tanam.
Menanam di Pot atau Tabulampot
Menanam di pot memberikan kontrol lebih pada pemupukan dan penyiraman.
Kriteria pot ideal:
- Diameter 40–60 cm
- Lubang drainase cukup banyak
- Media: tanah subur + sekam + cocopeat + kompos
Tambahkan lapisan batu kerikil di dasar pot agar air tidak menggenang.
Cara Menanam Bibit Jambu Air
Pilih Bibit yang Tepat
Kriteria bibit unggulan:
- Tinggi bibit 50–100 cm
- Batang kokoh, tidak patah
- Daun hijau segar
- Beli bibit okulasi/cangkok agar cepat berbuah (bukan dari biji)
👉 Untuk kamu yang masih bingung memilih varietas bibit jambu air mana yang terbaik, silahkan cek rekomendasi bibit jambu air paling manis yang membahas beberapa varietas seperti Jambu Air Citra, Dalhari, Deli Hijau, hingga Madu Susu.
Langkah Menanam
- Siram bibit sebelum dilepas dari polybag agar akar tidak stres
- Buka polybag secara hati-hati tanpa merusak media
- Masukkan ke lubang tanam / pot
- Pastikan posisi bibit tegak lurus
- Timbun dengan media hingga padat dan stabil
- Siram hingga lembap
Setelah 7–10 hari, bibit biasanya mulai menunjukkan pertumbuhan baru.
Perawatan Rutin Agar Cepat Berbuah
Penyiraman
- Frekuensi: 1–2 kali sehari (pagi & sore)
- Jangan sampai tanah tergenang
Pemupukan
Gunakan kombinasi pupuk organik + anorganik ringan:
- Pupuk organik: kompos / kandang setiap 1–2 bulan
- NPK 16-16-16: 1–2 sendok tiap 30 hari
- Kalsium & magnesium: membantu buah tidak pecah
Pemangkasan
Tujuan pemangkasan:
- Membentuk tajuk
- Merangsang tunas bunga
- Mencegah pohon terlalu rimbun
Pangkas:
- Tunas liar
- Ranting yang saling menutupi
- Cabang tumbuh ke dalam
Penjarangan Buah
Buang beberapa bakal buah agar sisa buah tumbuh besar, manis, dan tidak stres nutrisi.
Hama & Penyakit Umum Pada Jambu Air

Kutu Putih
- Gejala: daun berkerut, banyak serangga putih.
- Solusi: semprot air bawang putih atau insektisida nabati.
Lalat Buah
- Gejala: Buah sering berlubang.
- Solusi: Bungkus buah dengan plastik khusus, lalu pasang perangkap lalat metil eugenol
Jamur & Busuk Daun
- Biasanya karena udara lembap.
- Solusi: semprot fungisida nabati atau kurangi penyiraman.
Tips Khusus Agar Jambu Air Cepat Berbuah

- Gunakan bibit okulasi atau cangkok
- Tambahkan pupuk KNO3 putih / MKP saat tanaman mulai besar
- Beri pupuk kaya fosfor dan kalium
- Beri sinar matahari cukup
- Stres air ringan: hentikan penyiraman 2–3 hari untuk memicu bunga
- Lakukan pemangkasan rutin
Dengan teknik ini, jambu air bisa berbuah dalam 8–18 bulan tergantung varietas.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Menanam di tanah becek
- Memberi pupuk kimia berlebihan
- Menyiram terlalu banyak
- Tidak memangkas sama sekali
- Menggunakan bibit dari biji (buah lama & tidak pasti)





