Strawberry adalah tanaman yang sangat fleksibel. Tanaman ini bisa tumbuh baik di berbagai metode budidaya, mulai dari polybag, pot, hingga hidroponik dan sistem vertikal. Setiap teknologi tanam punya kelebihan masing-masing dan dapat memengaruhi kualitas, ukuran, dan jumlah buah yang dihasilkan.
Pada artikel ini, kita akan membahas perbedaan growing system vs hasil panen, rekomendasi media tanam terbaik, hingga tips aerasi dan drainase agar tanaman strawberry tumbuh subur dan produktif.
👉 Dan untuk Anda yang kebetulan belum begitu mengenal jenis-jenis strawberry yang populer di Indonesia, silahkan simak artikel jenis strawberry manis di Indonesia.
Table of Contents
Media Tanam Terbaik untuk Strawberry
Strawberry sangat menyukai media yang gembur, dingin, porous, serta kaya bahan organik. Berikut campuran media paling ideal:
Rekomendasi Komposisi Tanah Strawberry (Versi Paling Stabil)
- Cocopeat: 40% → menjaga kelembapan & mendinginkan akar
- Sekam bakar: 30% → aerasi optimal, anti-jamur
- Pupuk kandang matang: 20% → nutrisi awal
- Perlite/pasir malang: 10% → drainase cepat
Kenapa media ini ideal?
- Akar strawberry sangat sensitif terhadap panas. Media ini membantu menjaga suhu tetap dingin.
- Aerasi tinggi membuat akar bernapas lega.
- Drainase baik mencegah busuk akar dan jamur.
Alternatif media sederhana:
- Tanah gembur + kompos + pasir (perbandingan 2:1:1)
Growing System & Pengaruhnya pada Hasil Panen
Setiap teknologi tanam memberikan hasil berbeda pada kualitas dan kuantitas buah strawberry. Berikut penjelasan paling mudah dipahami.
Strawberry dalam Polybag
Kelebihan
- Biaya murah
- Mudah dipindahkan
- Cahaya & kelembapan mudah diatur
- Cocok untuk dataran rendah dan pemula
Kekurangan
- Suhu media mudah panas jika polybag hitam langsung kena matahari
- Volume akar terbatas
Dampak pada hasil panen
- Hasil panen stabil
- Ukuran buah tidak terlalu besar, tetapi konstan
- Perlu naungan agar tidak cepat layu
Tips sukses polybag:
- Gunakan polybag minimal ukuran 25–30 cm
- Letakkan di tempat teduh tetapi terang
- Tambahkan mulsa untuk menjaga kelembapan
Strawberry dalam Pot
Kelebihan
- Lebih dingin dibanding polybag
- Estetis dan cocok untuk pekarangan atau balkon
- Akar lebih kuat karena ruang lebih baik
- Cocok untuk tanaman yang ingin berbuah besar
Kekurangan
- Harga pot lebih mahal
- Berat dan sulit dipindahkan ketika penuh media
Dampak pada hasil panen
- Buah bisa lebih besar
- Produksi bunga lebih banyak
- Stabil untuk jangka panjang
Tips:
- Gunakan pot keramik atau plastik tebal
- Prioritaskan pot berwarna cerah untuk mencegah panas
Strawberry Hidroponik
Kelebihan
- Pertumbuhan cepat
- Nutrisi terkontrol
- Tidak ada penyakit tanah
- Cocok untuk produksi skala besar
- Buah cenderung besar & bersih
Kekurangan
- Modal awal lebih mahal
- Harus paham takaran nutrisi
- Rentan jika pompa mati (NFT)
Dampak pada hasil panen
- Hasil panen paling tinggi
- Ukuran buah seragam
- Cocok untuk greenhouse dan dataran rendah
Sistem hidroponik terbaik untuk strawberry:
- NFT (Nutrient Film Technique)
- Dutch Bucket kecil
- Drip system
Vertikal Garden (Strawberry Gantung / Tower)
Kelebihan
- Hemat lahan
- Produksi tinggi per meter persegi
- Drainase sangat baik
- Cocok untuk pekarangan kecil, balkon, rooftop
Kekurangan
- Nutrisi kurang merata jika sistem kurang bagus
- Tanaman di bagian atas cenderung kering lebih cepat
Dampak pada hasil panen
- Produksi tinggi jika nutrisi stabil
- Cocok untuk menanam banyak varietas sekaligus
- Ideal untuk strawberry stolon (beranak banyak)
Tips:
- Gunakan sistem pipa vertikal dengan lubang tanam
- Pastikan aliran nutrisi dari atas ke bawah merata
Pentingnya Aerasi & Drainase dalam Budidaya Strawberry

Strawberry adalah tanaman dengan akar dangkal dan sensitif. Jika tanah terlalu padat atau terlalu basah, akar akan mudah busuk.
Aerasi (Ventilasi Akar)
Aerasi membantu akar mendapatkan oksigen.
Cara meningkatkan aerasi:
- Gunakan sekam bakar/perlite
- Gunakan pot berlubang banyak
- Jangan memadatkan media saat mengisi pot
Akar yang mendapat cukup oksigen → pertumbuhan pesat, bunga lebih banyak.
Drainase (Pembuangan Air)
Drainase buruk = akar busuk + jamur + daun layu.
Cara meningkatkan drainase:
- Tambah pasir malang 10–20%
- Gunakan pot dengan lubang besar
- Jangan menaruh alas pot yang menahan air
Media yang cepat kering namun tetap lembap adalah kondisi terbaik untuk strawberry.
Growing System Terbaik Berdasarkan Kebutuhan
| Sistem Tanam | Cocok Untuk | Hasil Panen | Tingkat Kesulitan |
|---|---|---|---|
| Polybag | Pemula, budget minim | Stabil | Mudah |
| Pot | Kolektor, hobi serius | Besar & manis | Sedang |
| Hidroponik | Produksi tinggi, greenhouse | Tinggi & seragam | Menengah–Sulit |
| Vertikal Garden | Lahan sempit | Banyak per m² | Menengah |
Pilihan sistem tanam sangat bergantung pada tujuan Anda: hobi, dekoratif, atau produksi besar.
Tips tanaman strawberry lainnya:
FAQ Teknologi dan Media Tanam Terbaik untuk Strawberry
Berikut adalah pertanyaan dan jawaban seputar teknologi dan media tanam untuk tanaman strawberry:
Mana media tanam terbaik untuk strawberry?
Media dengan campuran cocopeat, sekam bakar, dan perlite paling ideal karena memiliki aerasi dan drainase terbaik.
Apakah strawberry cocok untuk sistem hidroponik?
Sangat cocok. Pertumbuhan cepat, buah besar, dan nutrisi lebih terkontrol.
Lebih baik tanam strawberry di polybag atau pot?
Pot lebih stabil dan buah lebih besar, tetapi polybag lebih ekonomis dan mudah dipindah.
Apakah vertikal garden efektif untuk strawberry?
Ya. Vertikal garden sangat efisien untuk lahan kecil dan bisa menghasilkan banyak tanaman dalam ruang sempit.





