Daun kelengkeng keriting, buah rontok, atau tanaman tiba-tiba layu?
Itu biasanya tanda tanaman sedang diserang hama atau penyakit tertentu. Jika tidak segera ditangani, kelengkeng bisa gagal berbuah bahkan mati perlahan.
Di artikel ini, kami rangkum 7 hama dan penyakit kelengkeng paling sering terjadi lengkap dengan cara mengatasinya secara cepat dan praktis, baik menggunakan metode organik maupun kimia.
Table of Contents
Cara Cepat Mengenali Hama & Penyakit Kelengkeng
- Daun keriting & lengket → kemungkinan kutu daun
- Ada putih seperti kapas → kutu putih
- Daun bolong → ulat daun
- Buah busuk & berlubang → lalat buah
- Daun bercak hitam → antraknosa
- Daun menguning & layu → busuk akar
Kesalahan Umum Mengatasi Hama Kelengkeng
- Menyemprot saat siang hari (daun bisa terbakar)
- Dosis pestisida berlebihan
- Tidak mengatasi akar masalah (misalnya drainase buruk)
- Terlambat menangani serangan
Hama Utama pada Tanaman Kelengkeng
1. Kutu Daun (Aphids)
Gejala Serangan:
- Daun muda menggulung dan mengerut
- Permukaan daun lengket akibat embun madu
- Pertumbuhan tunas terhambat
Cara Mengatasi:
Pestisida Organik:
- Semprot larutan bawang putih + cabai + sabun cair
- Gunakan ekstrak daun mimba secara rutin
Jika serangan parah, bisa gunakan pestisida kimia berikut:
- Insektisida berbahan aktif imidakloprid atau tiametoksam
- Aplikasi sesuai dosis anjuran, terutama pada pagi atau sore hari
👉 Tips cepat:
Semprot air tekanan tinggi di pagi hari untuk mengurangi populasi sebelum menggunakan pestisida.
2. Kutu Putih (Mealybug)
Gejala Serangan:
- Muncul gumpalan putih seperti kapas pada batang dan daun
- Tanaman tampak lemah dan layu
- Memicu pertumbuhan jamur jelaga
Cara Mengatasi:
Pestisida Organik:
- Semprot larutan alkohol 70% yang diencerkan
- Aplikasi minyak neem (neem oil)
Jika serangan parah, bisa gunakan pestisida kimia berikut:
- Gunakan insektisida sistemik berbahan aktif klorpirifos atau buprofezin
👉 Tips cepat:
Semprot air tekanan tinggi di pagi hari untuk mengurangi populasi sebelum menggunakan pestisida.
3. Ulat Daun
Gejala Serangan:
- Daun berlubang atau habis dimakan
- Serangan berat menyebabkan tanaman gundul
Cara Mengatasi:
Pestisida Organik:
- Semprot larutan Bacillus thuringiensis (Bt)
- Pengambilan ulat secara manual pada serangan ringan
Jika serangan parah, bisa gunakan pestisida kimia berikut:
- Insektisida berbahan aktif emamektin benzoat atau lambda-sihalotrin
4. Lalat Buah
Gejala Serangan:
- Buah berlubang kecil
- Buah mudah busuk dan rontok sebelum matang
Cara Mengatasi:
Pestisida Organik:
- Perangkap metil eugenol
- Pembungkusan buah sejak muda
Jika serangan parah, bisa gunakan pestisida kimia berikut:
- Insektisida umpan berbahan aktif spinosad
1. Antraknosa
Penyebab: jamur (umum terjadi saat kelembapan tinggi)
Gejala:
- Bercak hitam atau cokelat pada daun dan buah
- Buah busuk dan rontok
Cara Mengatasi:
Pestisida Organik:
- Semprot ekstrak daun sirih atau sereh
- Aplikasi agen hayati seperti Trichoderma sp.
Jika serangan parah, bisa gunakan pestisida kimia berikut:
- Fungisida berbahan aktif mankozeb atau difenokonazol
2. Busuk Akar
Penyebab: jamur (umum terjadi saat kelembapan tinggi)
Gejala:
- Daun menguning dan rontok
- Akar membusuk dan berbau
- Tanaman mudah roboh
Cara Mengatasi:
Pestisida Organik:
- Perbaikan drainase
- Aplikasi pupuk hayati dan kompos matang
Jika serangan parah, bisa gunakan pestisida kimia berikut:
- Fungisida sistemik berbahan aktif metalaksil
3. Jamur Jelaga
Penyebab: Jamur yang tumbuh akibat embun madu dari hama
Gejala:
- Daun dan batang tertutup lapisan hitam
- Proses fotosintesis terganggu
Cara Mengatasi:
Pestisida Organik:
- Membersihkan daun dengan air sabun lembut
- Kendalikan hama penyebab embun madu
Jika serangan parah, bisa gunakan pestisida kimia berikut:
- Fungisida kontak ringan jika serangan parah
Strategi Pencegahan Hama dan Penyakit Kelengkeng

- Gunakan bibit kelegkeng sehat sejak awal
- Jaga kebersihan kebun dan sirkulasi udara
- Lakukan pemangkasan rutin
- Hindari kelembapan berlebih
- Rotasi penggunaan pestisida agar tidak terjadi resistensi
Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sangat dianjurkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan tanaman.
👉 Serangan hama sering terjadi karena bibit kurang sehat. Anda bisa melihat rekomendasi bibit kelengkeng unggul yang lebih tahan penyakit pada artikel kami sebelumnya.
👉 Jika Anda belum menanam, pelajari juga panduan cara menanam kelengkeng agar cepat berbuah untuk hasil maksimal.
FAQ Seputar Hama dan Penyakit Kelengkeng
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan dan jawaban tentang hama dan penyakit yang menyerang pohon kelengkeng:
Apa hama paling berbahaya pada tanaman kelengkeng?
Lalat buah dan kutu putih termasuk hama paling merugikan karena dapat menurunkan kualitas dan hasil panen.
Apakah pestisida organik cukup efektif untuk kelengkeng?
Efektif untuk serangan ringan hingga sedang dan sangat baik untuk pencegahan jangka panjang.
Kapan waktu terbaik penyemprotan pestisida?
Pagi atau sore hari saat sinar matahari tidak terlalu terik.
Apakah pestisida kimia aman digunakan?
Aman jika digunakan sesuai dosis dan aturan yang dianjurkan.





