Kategori
Bibit Buah

Cara Menanam Durian di Pot dan Tanah Langsung

Menanam durian membutuhkan kombinasi antara bibit yang sehat, media tanam yang sesuai, dan teknik budidaya yang tepat. Pemula sering gagal bukan karena teknik tanam yang salah, tetapi karena salah memilih bibit dan tidak memahami proses adaptasi.

Berikut panduan lengkap yang praktis yang bisa dilakukan oleh pemula sekalipun:

Memilih Bibit Durian yang Tepat

Sebelum menanam, pastikan Anda menggunakan bibit yang sehat agar tingkat keberhasilan tanam lebih tinggi. Secara teknis, bibit yang baik memiliki ciri:

  • Batang tegak dan tidak patah
  • Daun hijau sehat tanpa bercak
  • Akar aktif (terlihat putih jika dicek sedikit)
  • Sumber bibit dari okulasi/cangkok terutama untuk tabulampot
  • Sambungan okulasi rapi dan tidak berjamur


👉 Untuk mendapatkan bibit yang bagus yang cepat berbuah silahkan cek rekomendasi kami 5 bibit durian terbaik yang cepat berbuah.

Menyiapkan Media Tanam Durian

media tanam durian

Media tanam harus poros, kaya nutrisi, dan tidak tergenang.

Komposisi Ideal

  • 40% tanah gembur
  • 30% kompos matang
  • 20% sekam bakar atau pasir kasar
  • 10% cocopeat atau humus

Syarat Media

  • pH 6–7
  • Drainase baik
  • Tidak mengandung tanah liat berat
  • Kaya bahan organik

Cara Menanam Durian di Pot (Tabulampot Durian)

1. Pilih Pot yang Tepat

  • Diameter minimal 60–80 cm, lebih besar lebih baik
  • Gunakan pot berlubang banyak agar air tidak menggenang

2. Susunan Media dalam Pot

  • Dasar: pecahan batu bata/kerikil 5–10 cm
  • Isi media ¾ bagian pot

3. Penanaman

  • Robek polybag perlahan tanpa merusak akar
  • Letakkan bibit tegak lurus
  • Pastikan sambungan okulasi tidak tertutup tanah
  • Tambahkan media lalu padatkan perlahan

4. Penempatan & Penyiraman

  • Letakkan di area terang namun tidak terpapar matahari penuh 3–7 hari pertama
  • Siram secukupnya (jangan becek)

Cara Menanam Durian di Tanah Langsung

1. Buat Lubang Tanam

  • Ukuran: 60×60×60 cm – 80×80×80 cm
  • Diamkan lubang 2–3 hari untuk sterilisasi alami
  • Campurkan tanah galian dengan:
    • 10–15 kg kompos
    • 500 g dolomit
    • 500 g sekam bakar

2. Teknik Penanaman

  • Lepas polybag tanpa memecah akar
  • Posisikan bibit tegak dan stabil
  • Timbun kembali, sisakan 1–2 cm leher akar di atas permukaan tanah

3. Pasang Ajir

Penopang diperlukan agar bibit tidak goyah diterpa angin.

Jarak Tanam Ideal

  • Durian umum: 8–10 meter
  • Varietas besar / kaki tiga: 10–12 meter

Teknik Penyiraman Durian

Durian tidak suka genangan air.

  • 1–2 kali sehari selama 2 minggu pertama
  • Setelah adaptasi: cukup 2–3 kali seminggu
  • Hindari menyiram berlebihan
  • Gunakan gembor agar media tidak rusak

Tips Adaptasi Bibit Durian Setelah Tanam

tips adaptasi durian setelah tanam

Menentukan hidup-matinya bibit pada minggu pertama.

  • Beri naungan 50–60% selama 7–14 hari
  • Jangan beri pupuk kimia terlalu cepat
  • Gunakan vitamin B1 atau anti-stres tanaman
  • Jaga sirkulasi udara
  • Hindari angin kencang

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Ketahui beberapa kesalahan saat menanam bibit durian seperti berikut agar Anda terhindar dari melakukannya:

  • Menanam terlalu dalam
  • Media terlalu becek
  • Pot tanpa drainase
  • Penyiraman berlebihan
  • Bibit langsung kena matahari penuh
  • Menggunakan kompos yang belum matang

Setelah mengetahui cara menanam durian yang benar, penting juga untuk Anda ketahui beberapa jenis hama dan penyakit durian serta cara mengatasinya.

FAQ Tentang Cara Menanam Durian

Berikut adalah pertanyaan dan jawaban seputar panduan menanam durian:

Apa ciri bibit durian yang sehat untuk ditanam?

Batang lurus, daun hijau tanpa bercak, akar putih aktif, sambungan rapi, tinggi 60–120 cm, dan bebas penyakit.

Apakah durian bisa tumbuh dan berbuah di pot?

Bisa, terutama jika menggunakan bibit sambung dan media tanam yang poros serta pemupukan teratur.

Berapa lama bibit durian butuh adaptasi setelah ditanam?

Biasanya 7–14 hari, tergantung kondisi cuaca dan kelembapan.

Media tanam apa yang paling cocok untuk durian?

Campuran tanah gembur, kompos matang, sekam bakar, dan cocopeat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *