Belimbing merupakan salah satu tanaman buah tropis yang cukup mudah dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini bisa tumbuh baik di pekarangan rumah, baik ditanam langsung di tanah maupun menggunakan pot. Dengan teknik yang tepat, belimbing bahkan bisa berbuah lebat meski ditanam di lahan terbatas.
Artikel ini akan membahas cara menanam belimbing di pot dan tanah langsung secara lengkap, praktis, dan mudah dipahami, mulai dari pemilihan bibit hingga perawatan harian.
Table of Contents
Syarat Tumbuh Tanaman Belimbing
Sebelum mulai menanam, penting memahami kondisi ideal tanaman belimbing agar tumbuh optimal:
- Iklim: Tropis dengan suhu 23–32°C
- Cahaya matahari: Minimal 6–8 jam per hari
- Ketinggian tempat: 0–800 mdpl
- Jenis tanah: Gembur, subur, dan memiliki drainase baik
- pH tanah: 5,5–6,5
Cara Menanam Belimbing di Pot
1. Menyiapkan Bibit Belimbing
Gunakan bibit belimbing hasil cangkok atau okulasi karena lebih cepat berbuah dibandingkan dari biji. Pastikan bibit:
- Daun hijau segar
- Batang kokoh
- Bebas hama dan penyakit
👉 Pastikan Anda memilih bibit terbaik yang beberapa diantaranya ada di artikel 4 bibit belimbing terbaik yang cepat berbuah.
2. Memilih Pot yang Tepat
- Diameter pot minimal 50–60 cm
- Gunakan pot dari tanah liat, drum, atau pot plastik tebal
- Pastikan terdapat lubang drainase
3. Media Tanam Belimbing dalam Pot
Campurkan:
- Tanah gembur (2 bagian)
- Pupuk kandang matang atau kompos (1 bagian)
- Sekam bakar atau pasir (1 bagian)
Aduk hingga merata agar akar mudah berkembang.
4. Proses Penanaman
- Isi pot dengan media tanam hingga ¾ bagian
- Buat lubang tanam di tengah
- Lepaskan polybag bibit dengan hati-hati
- Tanam bibit dan padatkan perlahan
- Siram hingga media cukup lembap
5. Penempatan Pot
Letakkan pot di area yang terkena sinar matahari langsung dan sirkulasi udara baik.
Cara Menanam Belimbing di Tanah Langsung
1. Pengolahan Lahan
- Bersihkan gulma dan rumput liar
- Gemburkan tanah sedalam 30–40 cm
2. Pembuatan Lubang Tanam
- Ukuran lubang: 50 × 50 × 50 cm
- Diamkan lubang selama 7–10 hari
- Campurkan tanah galian dengan pupuk kandang
3. Teknik Penanaman
- Masukkan campuran tanah dan pupuk ke lubang
- Tanam bibit belimbing secara tegak
- Timbun kembali dan padatkan perlahan
- Siram secukupnya
4. Jarak Tanam Ideal
Jika menanam lebih dari satu pohon, beri jarak 4–5 meter antar tanaman agar tajuk tidak saling berebut cahaya.
Perawatan Tanaman Belimbing agar Cepat Berbuah

Penyiraman
- Lakukan 1–2 kali sehari saat awal tanam
- Setelah tanaman besar, cukup 2–3 kali seminggu
Pemupukan
- Pupuk kandang: setiap 3 bulan
- Pupuk NPK: setiap 1–2 bulan sekali
- Tambahkan pupuk K saat tanaman mulai berbunga
Pemangkasan
- Pangkas cabang kering dan tidak produktif
- Bentuk tajuk agar cahaya merata ke seluruh bagian tanaman
Pengendalian Hama dan Penyakit
- Ulat daun → ambil manual atau semprot pestisida nabati
- Lalat buah → pasang perangkap feromon
- Jamur daun → semprot fungisida sesuai dosis
Waktu Berbuah Tanaman Belimbing
- Bibit vegetatif (cangkok/okulasi): 1,5–2 tahun
- Bibit dari biji: 4–5 tahun
Dengan perawatan intensif, belimbing dapat berbuah sepanjang tahun.
Tips Agar Belimbing Berbuah Lebat
- Jangan terlalu sering menyiram saat berbunga
- Berikan pupuk tinggi kalium
- Pangkas tunas air yang tidak produktif
- Pastikan tanaman mendapat sinar matahari penuh
FAQ Seputar Cara Menanam Belimbing
Berikut adalah pertanyaan dan jawaban terkait panduan menanam belimbing:
Apakah belimbing bisa ditanam di pot?
Ya, belimbing bisa tumbuh dengan baik di pot besar asalkan media tanam subur dan mendapat sinar matahari cukup.
Berapa ukuran pot ideal untuk belimbing?
Pot ideal berdiameter minimal 50–60 cm agar akar dapat berkembang optimal.
Berapa lama belimbing mulai berbuah?
Bibit hasil cangkok atau okulasi biasanya mulai berbuah dalam 1,5–2 tahun.
Apakah belimbing harus dipangkas?
Ya, pemangkasan penting untuk merangsang pertumbuhan cabang produktif dan mempercepat pembuahan.
Apakah belimbing cocok ditanam di dataran rendah?
Sangat cocok, belimbing tumbuh optimal di dataran rendah hingga menengah.





